Review Film

The Equalizer 4 (2026) — Denzel Washington Kembali sebagai Robert McCall

Redaksi BioskopKeren · 14 September 2026

Dirangkum redaksi BioskopKeren dari IMDb Editorial.

The Equalizer 4 menandai kembalinya Denzel Washington sebagai Robert McCall, vigilante pensiunan agen rahasia yang menegakkan keadilan dengan caranya sendiri di luar sistem hukum. Disutradarai kembali oleh Antoine Fuqua, sekuel ini mengambil latar waktu tiga tahun setelah peristiwa film ketiga — McCall kini tinggal di lingkungan urban yang lebih tenang, bekerja paruh waktu di sebuah toko buku, namun bayang-bayang masa lalunya sebagai operative DIA (Defence Intelligence Agency) tidak pernah sepenuhnya sirna. Sinematografi film ini, seperti tiga pendahulunya, banyak mengambil pendekatan visual yang sangat kontras — palet warna gelap dengan sorotan cahaya terbatas, baik cahaya lampu jalan, cahaya lilin, atau sinar matahari sore yang menembus tirai. Pendekatan ini bukan sekadar gaya, melainkan cara Antoine Fuqua menempatkan karakter McCall dalam dunianya: dunia yang sunyi, terkontrol, tapi menyimpan potensi kekerasan yang bisa meledak kapan saja. Skor musik yang digarap oleh Harry Gregson-Williams sekali lagi menjadi tulang punggung emosional film. Tema utamanya — motif piano yang lambat dan melankolis — sudah menjadi trademark seri Equalizer sejak 2014. Setiap kali motif ini muncul, penonton tahu: keheningan McCall akan segera pecah menjadi tindakan brutal. Choreography pertarungan tangan kosong tetap menjadi signature. McCall bukan karakter yang mengandalkan senjata api sebagai pilihan pertama; ia lebih sering menggunakan lingkungan sekitar sebagai senjata. Stoples acar, piring keramik, palu, dan bahkan pena menjadi alat dalam adegan-adegan fight sequence yang sangat terkoreografi. Tarantino-esque dalam presisi, brutal dalam dampak. Dari sisi naskah, plot Equalizer 4 mengangkat tema yang relevan dengan lanskap 2026: eksploitasi ekonomi terhadap komunitas kelas pekerja, gig economy yang menekan pekerja senior, dan bagaimana institusi formal gagal melindungi mereka yang paling rentan. Karakter antagonis utama — diperankan oleh seorang aktor karakter senior yang tidak disebutkan namanya untuk menjaga pengalaman menonton — memanfaatkan celah legal untuk mengeksploitasi komunitas lansia melalui skema pinjaman predatory. Durasi film yang hampir dua jam tiga puluh menit diisi dengan pacing yang sangat terkontrol. Adegan kekerasan tidak datang cepat — film ini memberi ruang pada keheningan, dialog, dan pengembangan karakter. Ketika aksi akhirnya terjadi, setiap pukulan terasa berat karena kita sudah cukup mengenal manusia di baliknya. Secara keseluruhan, The Equalizer 4 adalah film action-thriller yang percaya pada kemampuan akting dan penyutradaraan untuk menggantikan CGI berlebihan. Untuk pencinta film action yang mencari tontonan dengan substansi, ini adalah salah satu rilis paling solid tahun ini.

Disusun dari pemberitaan IMDb Editorial. Sumber: IMDb Editorial. Artikel ditulis ulang oleh redaksi BioskopKeren; tidak ada teks yang disalin.

Tag

Baca Juga